LESTARI BUDAYA

Januari 21, 2026

SUARA AKAR RUMPUT

Forum CSR Konawe Tempuh Jalur Pencegahan, Surati KPK soal Transparansi CSR

2 min read

Forum CSR Konawe Tempuh Jalur Pencegahan, Surati KPK soal Transparansi CSR

Konawe, suarapinggiran.com – Forum Corporate Social Responsibility (CSR) Kabupaten Konawe memilih jalur pencegahan dalam menyikapi dinamika perhatian publik terhadap tata kelola pembangunan dan program CSR di daerah. Transparansi dinilai menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mencegah potensi persoalan sejak dini.

Ketua Forum CSR Kabupaten Konawe, Jumran, S.IP, menyampaikan bahwa meningkatnya diskursus publik belakangan ini menunjukkan tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tata kelola yang bersih, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Di berbagai forum nasional maupun daerah, pencegahan selalu ditekankan sebagai langkah awal. Banyak persoalan bermula dari hal-hal administratif yang tidak dijelaskan secara terbuka. Karena itu, keterbukaan informasi menjadi fondasi utama pencegahan,” ujar Jumran, Selasa (21/1/2026).

Sebagai bentuk komitmen tersebut, Forum CSR Kabupaten Konawe berencana menyampaikan surat permohonan arahan dan rekomendasi pencegahan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Surat itu dimaksudkan untuk meminta panduan normatif terkait pengelolaan dan transparansi program CSR agar tetap berada dalam koridor kepentingan publik.

Menurut Jumran, langkah tersebut tidak dimaksudkan sebagai laporan ataupun pengaduan terhadap pihak tertentu, melainkan sebagai upaya preventif untuk menjaga agar ruang kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan masyarakat tetap berjalan secara sehat dan konstruktif.

“Forum CSR tidak berada pada posisi menilai benar atau salah, apalagi masuk ke wilayah teknis pemerintahan maupun penegakan hukum. Peran kami adalah menjaga iklim kolaborasi dan mendorong tata kelola yang berlandaskan kepercayaan,” tegasnya.

Forum CSR berpandangan bahwa klarifikasi yang dilakukan secara terbuka, proporsional, dan bertanggung jawab merupakan bagian penting dari pencegahan. Langkah tersebut dinilai efektif untuk meredam spekulasi serta mencegah berkembangnya prasangka di tengah masyarakat.

“Transparansi bukan kelemahan. Justru itu cerminan kedewasaan dalam tata kelola. Keterbukaan akan memperkuat legitimasi kebijakan, menjaga stabilitas sosial, dan memastikan program pembangunan serta CSR berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan,” tambah Jumran.

Sebagai mitra pembangunan di daerah, Forum CSR Kabupaten Konawe menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dialog, menjaga keseimbangan kepentingan, serta memperkuat nilai-nilai pencegahan, akuntabilitas, dan keadilan sosial demi Konawe yang maju dan berintegritas. (*)

Laporan : Umar Dafani

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *