Aliansi GEBRAK Gelar Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS
2 min read
Aliansi GEBRAK Gelar Aksi Solidaritas untuk Venezuela di Depan Kedubes AS
Jakarta, suarapinggiran.com I (6/1/2026) — Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (GEBRAK) menggelar aksi unjuk rasa bertajuk “Aksi Solidaritas untuk Kedaulatan Rakyat Venezuela” di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa siang.
Aksi ini diikuti oleh sejumlah organisasi buruh dan elemen masyarakat yang menyatakan solidaritas terhadap rakyat Venezuela. Massa aksi berkumpul terlebih dahulu di titik kumpul depan area parkir IRTI Monas sebelum bergerak menuju lokasi aksi.
Dalam pernyataan sikapnya, Aliansi GEBRAK mengecam apa yang mereka sebut sebagai peningkatan eskalasi geopolitik di kawasan Amerika Latin, khususnya terkait keterlibatan Amerika Serikat di Venezuela. Mereka menuding adanya tindakan intervensi militer yang dinilai melanggar kedaulatan negara dan prinsip-prinsip hukum internasional.
“Aksi ini merupakan bentuk solidaritas internasional kaum buruh dan rakyat terhadap Venezuela sebagai negara berdaulat,” ujar Sunarno, Ketua Umum Konfederasi KASBI sekaligus Juru Bicara Aliansi GEBRAK, dalam keterangannya kepada suarapinggiran.com.
Aliansi GEBRAK juga menyatakan bahwa berbagai organisasi buruh di sejumlah negara telah menyuarakan kecaman terhadap intervensi yang mereka nilai bermotif penguasaan sumber daya mineral dan energi Venezuela. Menurut mereka, kondisi tersebut berpotensi memperburuk instabilitas global dan membuka konflik baru di tingkat internasional.
Dalam aksi tersebut, massa menyampaikan sejumlah tuntutan, di antaranya mendesak Pemerintah Indonesia untuk menyatakan sikap menolak intervensi militer Amerika Serikat terhadap Venezuela, menghentikan embargo dan blokade ekonomi, serta menyerukan pembebasan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya.
Selain itu, para peserta aksi juga menyerukan penghentian perang dan intervensi imperialis yang dinilai telah banyak mengorbankan rakyat sipil dan kelas pekerja di berbagai negara.(*)
Laporan : Umar Dafani

