IPMR Makassar Dukung Penuh Perjuangan Rakyat Routa, Tegaskan Janji Smelter Harus Direalisasikan
2 min read
IPMR Makassar Dukung Penuh Perjuangan Rakyat Routa, Tegaskan Janji Smelter Harus Direalisasikan
Makassar, suarapinggiran.com– Ikatan Pelajar Mahasiswa Routa (IPMR) Makassar menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan masyarakat Routa dalam menuntut realisasi pembangunan smelter serta penghentian pengiriman ore nikel ke luar daerah.
Ketua IPMR Makassar, Ardiansyah, menegaskan bahwa perjuangan masyarakat Routa bukan sekadar tuntutan ekonomi, melainkan bagian dari hak daerah untuk mendapatkan manfaat maksimal atas kekayaan sumber daya alamnya.
“Routa bukan hanya lokasi tambang. Routa adalah tanah hidup masyarakat. Jika sejak awal ada komitmen pembangunan smelter, maka itu harus ditepati. Janji tidak boleh berhenti sebagai dokumen sosialisasi,” tegas Ardiansyah dalam keterangannya, Senin (06/04/2026)
Tolak Ore Routa Dikirim ke Luar Daerah
IPMR secara tegas menolak pengiriman ore nikel dari Routa ke luar wilayah, termasuk ke kawasan industri di Morowali. Menurut Ardiansyah, praktik tersebut mencederai semangat hilirisasi dan menghambat peluang tumbuhnya pusat ekonomi baru di Konawe.
“Kalau ore terus dikirim keluar, lalu apa yang tersisa untuk Routa? Debu, jalan rusak, dan risiko ekologis. Sementara nilai tambah dan lapangan kerja justru dinikmati daerah lain,” ujarnya.
IPMR menilai, pembangunan smelter di Routa akan membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal, meningkatkan pendapatan daerah, serta memperkuat posisi Konawe dalam peta industri nikel nasional.
Perjuangan Bukan Anti-Investasi
Ardiansyah menegaskan bahwa sikap IPMR bukanlah penolakan terhadap investasi, melainkan dorongan agar investasi berjalan adil, transparan, dan konsisten dengan komitmen awal.
“Kami tidak anti investasi. Kami mendukung investasi yang bertanggung jawab. Tapi investasi yang baik adalah investasi yang menghormati janji dan memberikan nilai tambah di wilayah asal sumber daya itu diambil,” katanya.
IPMR juga mengingatkan bahwa hilirisasi merupakan amanat kebijakan nasional. Karena itu, alasan teknis atau regulatif tidak boleh dijadikan tameng untuk mengabaikan komitmen kepada masyarakat.
Desak Transparansi PPM dan CSR
Selain soal smelter, IPMR mendesak perusahaan untuk membuka secara transparan pelaksanaan Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Corporate Social Responsibility (CSR), serta reklamasi lahan pascatambang.
Menurut Ardiansyah, transparansi menjadi kunci untuk memastikan aktivitas pertambangan tidak menimbulkan ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan yang berkepanjangan.
“Kami ingin ada keterbukaan. Berapa anggaran PPM? Apa saja program CSR? Bagaimana progres reklamasi? Masyarakat berhak tahu,” tegasnya.
Solidaritas untuk Routa
IPMR Makassar menegaskan akan berdiri bersama masyarakat Routa dan siap membuka ruang konsolidasi dengan berbagai elemen mahasiswa serta organisasi kepemudaan di Sulawesi Tenggara.
“Perjuangan ini bukan hanya milik segelintir orang. Ini tentang masa depan Routa. Kami mendukung penuh langkah masyarakat untuk menagih komitmen pembangunan smelter dan memastikan keadilan ekologis serta ekonomi benar-benar terwujud,” tutup Ardiansyah.(*)
Laporan: Umar Dafani

