“Air Keras” Untuk Demokrasi: Serangan Terhadap Andrie Yunus Dan Ancaman Bagi Ruang Sipil
3 min read
“Air Keras” Untuk Demokrasi: Serangan Terhadap Andrie Yunus Dan Ancaman Bagi Ruang Sipil
Lagi-lagi dunia aktivisme mengalami duka. sekira hampir jam 12 malam pada hari kamis, 12 Maret 2026 di kawasan Salemba, Jakarta. Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal.
Dalam rekaman vidio CCTV yang beredar terlihat bahwa Serangan dilakukan oleh dua orang pelaku yang mendekati korban sebelum menyiramkan cairan yang diduga air keras ke tubuhnya. Akibatnya Andrei mengalami mengalami luka serius pada sejumlah bagian tubuh termasuk wajah, tangan, dan bagian dada.
Dalam pandangan yang awam, ini hanya kriminal biasa yang motifnya bisa ke urusan yang lebih person tapi mengingat dalam kesehariannya sebagai aktivis pembela HAM, seorang memperjuangkan hak-hak sipil dan politik bagi warga negara untuk menciptakan demokrasi yang sehat bahwa kemudian Serangan ini terjadi sesaat setelah Ia melakukan Podcast bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum (YLBHI) pada sekitar pukul 23.00 WIB. maka rasanya sulit di terima oleh akal sehat bahwa serangan tersebut memang berlatar berlatar urusan pribadi.
Serangan Terhadap Pembela HAM Adalah Serangan Terhadap Demokrasi
Serangan dan kekerasan terhadap aktivis (KontraS), terlebih yang menjadi sasaran adalah aktivis dengan core isunya adalah HAM maka jika berbicara demokrasi maka ini menjadi indikasi menurunnya ruang kebebasan sipil. Serangan semacam ini tidak lepas dari konteks kepentingan ekonomi, politik dan keamanan, lalu kita kemudian menjadi faham dengan maksud serangan ini, jelas jelas upaya pembungkaman.
Lalu siapa yang merasa terancam dengan aktivitas KontraS? tidak perlu menunjuk hidung atau menunjuk institusi, terang dan nyata jika kita menelusuri aktivitas Kontras dapat ditemukan potongan petunjuk, dalam kategori yang disederhanakan Andrie Yunus terlibat aktif dalam Koalisi Masyarakat Sipil untuk Reformasi Sektor Keamanan yang menilai revisi UU TNI berpotensi memperluas kewenangan militer tanpa pengawasan sipil yang memadai. Ia bahkan sempat menginterupsi rapat pembahasan revisi UU TNI yang digelar tertutup di sebuah hotel di Jakarta untuk menuntut transparansi proses legislasi.
Lalu, Pengungkapan Kekerasan Aparat dan Pemantauan Pelanggaran HAM (2024–2025) dimana KontraS secara rutin merilis laporan tahunan mengenai pelanggaran HAM, khususnya yang melibatkan aparat keamanan, kemudian Advokasi Korban Demonstrasi dan Orang Hilang (2025) dimana KontraS juga melakukan pemantauan terhadap orang hilang dan penangkapan dalam rangkaian demonstrasi di berbagai daerah. tercatat sedikitnya 26 orang dilaporkan hilang dalam rangkaian aksi demonstrasi pada 2025, yang sebagian masih belum ditemukan pada saat tulisan ini dibuat.
Selama teror menjadi jalan untuk memuluskan agenda politik, ekonomi institusi atau orang tertentu maka demokrasi kita tidak baik baik saja. lalu kemudian menjadi tanda bahwa memang ada otak yang yang tidak berfungsi.
Bunuh, Buang, Bui dan Air Keras
Dalam demokrasi, serangan terhadap satu aktivis sering berfungsi dan di artikan seperti “sinyal ketakutan” bagi yang lain, dengan harapan memberikan sejenis efek domino sosial, dimana ketakutan menjadi alasan kuat untuk menghetikan aktifitas.Sedari dulu, menjadi pengetahuan di kalangan para aktivis, semisal zaman pergerakan kemerdekaan Indonesia dimana kaum pergerakan menjadi mahfum bahwa memprjuangkan kemerdekaan resikonya adalah Dibunuh oleh penjajah, ditangkap lalu kemudian dibuang atau ditangkap dan kemudian di asingkan (Buang), lalu sekarang setelah merdeka, lepas dari orde baru masuk ke era reformasi, bukannya hilang warisan kolonial itu tapi justru ditambah lagi polanya oleh bangsa sendiri. apa itu? Penyiraman air keras. “Mati akal” adalah bahasa yang cocok bagi penulis sebagai uangkapan tanda perasaan miris.
Pengorganisasian Masyarakat Sipil
Sebaiknya memang kita berterus terang bahwa akhir akhir ini kebebasan ruang sipil sementara dalam keadaan pengkondisian, lihat saja, demonstrasi di represi. Protes di kriminlasisasi, berdiskusi membangun khazah intelektuan demi demokrasi yang sehat di siram air keras. Saat ini dibutuhkan koalisi masyarakat sipil yang seluas luasnya, solidaritas yang tinggi dengan kesadaran bahwa apa yang dialami oleh kawan kita dari Kontras suatu waktu akan menyasar Saya, Kamu dan Kita.
Penutup
Tentu tulisan ini tidak sama dengan isi prasasti pucangan dimana pembuka dari prasasti diawali dengan pujian kepada yang maha kuasa dan diakhiri dengan kata kata mantra kutukan untuk setiap orang yang mengabaikan isi prasasti. Tapi setidak tidaknya sebagai manusia beradab ingin memberikan pesan dan solidaritas sebagi pujian kepada pejuang HAM dan Demokrasi Indonesia dimanapun berada. Kalian adalah pahlawan abad ini. Secara khusus kepada Rekan Advokat Andrie Yunus kami turut merasakan luka bakar itu. Saudara telah menjalankan sumpah advokatmu dengan sebaik baik, sekuat kuatnya. Teruntuk pelaku penyerangan terhadap para aktivis HAM dan Demokrasi, secara khusus pelaku penyerangan terhadap Andrie Yunus, kami tidak takut, kami ada dan akan berlipat ganda.
Opini oleh: Dhecky Hertonal, SH

