Koalisi Relawan dan Masyarakat Sipil Sultra Bela Routa
3 min read
Koalisi Relawan dan Masyarakat Sipil Sultra Bela Routa
Oleh: Rahmat Mustafa (Founder & Architect of Movement).
Koalisi Relawan dan Masyarakat Sipil Sultra Bela Routa lahir bukan semata sebagai organisasi, tetapi sebagai panggilan sejarah—sebuah kesadaran kolektif untuk menjaga dan membela nilai kearifan tanah Routa yang menyimpan jejak panjang peradaban manusia, harmoni alam, dan kearifan suku,budaya yang telah diwariskan lintas generasi.
Sejak dahulu, wilayah Routa bukanlah ruang kosong. Ia adalah ruang hidup yang telah ditapaki oleh para leluhur tokoh bangsawan dan tokoh masyarakat adat dari berbagi kesukuan sejak dari seratus tahun yang lalu. Dengan nilai-nilai kebersamaan yang kokoh, gotong royong, dan penghormatan terhadap alam Hutan, sungai, hingga saat ini secara geografis tanah Routa tetap bertahan eksis meski tengah menghadapi sebuah ancaman serius deforestasi. Meski demikian nilai kearifan lokal di Routa saat ini tetap terjaga dan tidak bisa di pisahkan dengan status Tanah leluhur yang menyimpan beragam macam kekayaan kebudayaan hingga hewan satwa endemik.
Routa bukan sekadar daerah objek eksploitasi sumber daya alam pertambangan, melainkan bagian dari identitas kearifan lokal sultra, yang menyimpan banyak sumber kekayaan alam hingga budaya dan adat istiadat,serta sumber daya air mineral yang telah membentang menjadi sungai terpanjang yang menghubungkan dua kabupaten Konawe dan Konawe Utara. Namun demikian kondisinya saat ini telah rusak tercemar dari limbah pertambangan.
Ditengah arus perubahan dan pembangunan investasi nilai-nilai kearifan lokal di bumi Routa pelan-pelan ingin di lenyapkan identitas nya, hingga berpotensi menjadi ancaman serius atas keseimbangan Bumi Routa dan Sultra pada umum nya.
Eksploitasi yang tidak terkendali, pengabaian terhadap hak-hak masyarakat lokal, serta melemahnya penghormatan terhadap nilai-nilai budaya di Routa saat ini menjadi tantangan nyata yang tidak bisa diabaikan oleh Masyarakat pribumi. Di titik inilah, Koalisi Relawan dan Masyarakat Sipil Sultra Bela Routa mengambil peran—berdiri di garis depan sebagai penjaga Nurani, pengawal keadilan, dan penyambung suara rakyat.
“Berjuang dengan nurani adalah ketika kita memilih berdiri di sisi yang benar, meski dunia mengajak kita untuk diam.”
Koalisi ini berkomitmen untuk mengembalikan arah kehidupan masyarakat sultra dan masyarakat Routa secara khusus dari prinsip hidup yang merdeka artinya Bebas dari ketidakadilan sosial,
Bebas dari kemiskinan yang menindas,
Bebas dari kebijakan yang merugikan rakyat, tidak mudah menjual kejujuran, menggadaikan moral secara instant serta cara-cara berfikir pragmatis.
Masyarakat harus merdeka di Tanah sendiri, berkeadilan, yang tidak berdiam saat sumber daya alam penyangga kehidupan Daerah sultra di habiskan begitu saja tanpa memberikan dampak pembangunan ekonomi masyarakat
Yang lebih baik.
Kami percaya bahwa masa depan Routa harus dibangun di atas fondasi yang kokoh: penghormatan terhadap budaya, perlindungan terhadap lingkungan, serta keberpihakan kepada pembangunan ekonomi masyarakat lokal.
Dengan semangat persatuan, keberanian, dan tanggung jawab moral, kami bergerak bersama masyarakat untuk menjaga ruang hidup, merawat warisan leluhur, dan memastikan bahwa setiap kebijakan yang lahir di Tanah Routa tidak melukai hak-hak rakyat dan masyarakat Sultra pada umum nya.
Bagi kami, perjuangan ini bukan hanya tentang hari ini. Ini adalah ikhtiar panjang untuk memastikan bahwa generasi yang akan datang masih dapat mengenal Routa sebagai tanah yang hijau, masyarakat yang berdaulat, dan budaya yang tetap hidup.
Bersama masyarakat Routa, kami tidak hanya berbicara tentang perubahan—kami adalah bagian dari perubahan itu sendiri. Demi keadilan, demi kemerdekaan, kemanusiaan, dan demi Routa yang tetap utuh, lestari, dan bermartabat.(*)

