LESTARI BUDAYA

Juni 20, 2026

SUARA AKAR RUMPUT

SENI DAN BUDAYA MELAWAN OLIGARKI

1 min read

SENI DAN BUDAYA MELAWAN OLIGARKI

Mereka menata dunia seperti catur.
Pion jadi buruh, kuda jadi buzzer, raja bersembunyi di balik menara kaca.
Papan mereka luas, tapi mereka lupa:
rumput tidak pernah minta izin untuk tumbuh di sela batu.

Mereka menjahit langit dengan benang emas,
lalu menyebutnya “kemakmuran”.
Padahal yang mereka sembunyikan cuma satu:
matahari tidak bisa dibeli, hanya bisa dihalangi awan.
Dan awan, cepat atau lambat, akan lewat.

Oligarki adalah musim kemarau yang panjang.
Ia mengeringkan sumur, memungut pajak pada hujan,
dan menjual bayangan sebagai tempat berteduh.
Tapi ia tidak bisa membunuh benih.
Benih itu kita. Yang disembunyikan di lipatan doa,
di ketukan kendang, di coretan kapur di tembok sekolah.

Maka jangan lawan mereka dengan guntur.
Lawan mereka dengan ingat.
Ingat nama sungai yang mereka bendung.
Ingat lagu pengantar tidur yang mereka hapus dari kurikulum.
Ingat bahwa menara paling tinggi pun,
akhirnya cuma jadi sarang burung kalau tidak ada yang mau menatap ke atas lagi.

Selama satu lentera masih berpindah dari tangan tua ke tangan muda,
maka malam belum menang.
Dan saat listrik istana mereka padam,
yang akan menuntun pulang bukan sorot lampu mereka,
tapi nyala kecil yang kita jaga diam-diam, turun-temurun.

Oleh : HERRY TANY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *